PURBALINGGA – Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkopukm) Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan RI menggelar Pelatihan Bisnis Online Ekspor selama tiga hari, mulai Selasa (21/4/2026), bertempat di Grand Braling Hotel. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pelaku usaha potensial ekspor dari berbagai sektor di Kabupaten Purbalingga.
Pelatihan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar internasional melalui pemanfaatan platform digital. Seiring perkembangan globalisasi dan digitalisasi, pelaku usaha dituntut tidak hanya berorientasi pada pasar domestik, tetapi juga mampu menjangkau pasar ekspor yang semakin terbuka luas.
Analis Perdagangan Ahli Muda PPEJP Kementerian Perdagangan RI, Zulkifli, berharap pelatihan ini dapat melahirkan eksportir-eksportir baru dari Purbalingga.

“Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat dan kapasitas pelaku usaha untuk naik kelas, sehingga ke depan semakin banyak produk Purbalingga yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dindagkopukm Kabupaten Purbalingga, Titis Panjer Rahino, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi pemantik bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran hingga ke pasar ekspor.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta mendapatkan gambaran, informasi, dan inspirasi untuk mencoba menembus pasar ekspor, sekaligus membuka peluang dalam kegiatan impor secara bijak,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran PPEJP diharapkan dapat membuka akses jejaring yang lebih luas bagi pelaku usaha di daerah.
Menurutnya, derasnya arus globalisasi dan digitalisasi telah mengubah lanskap bisnis, termasuk rantai pemasaran. Pelaku usaha kini dihadapkan pada kompetisi yang tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari produk luar negeri. Namun, kondisi ini justru menjadi tantangan positif untuk mendorong inovasi dan peningkatan kualitas produk.
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali berbagai materi strategis, mulai dari model dan tren bisnis online ekspor, teknik pencarian buyer internasional, hingga strategi pemasaran digital. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penyusunan konten produk, optimalisasi website, serta penggunaan marketplace global baik B2B maupun B2C.
Narasumber dari praktisi, Andhika Willy Satrio, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor di era digital sangat ditentukan oleh kesiapan pelaku usaha dalam membangun kehadiran digital yang kuat. “Pelaku usaha harus mampu memahami karakter buyer internasional, menyusun konten yang menarik, serta memanfaatkan platform digital secara optimal untuk menjangkau pasar global,” jelasnya.

Tidak hanya itu, peserta juga dilatih mengenai pengelolaan transaksi pembayaran internasional, logistik, serta strategi menjaga hubungan dengan buyer melalui teknik follow-up yang efektif. Materi ini menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan transaksi ekspor dan membangun kepercayaan dengan mitra luar negeri.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap para pelaku usaha lokal semakin adaptif terhadap perubahan zaman dan mampu memanfaatkan peluang pasar global. Pada akhirnya, peningkatan kapasitas eksportir daerah diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (GIN/Kominfo)





